Aku paling suka main holahoop, nih bisa bertahan lama kan....
Senin, 19 November 2007
Minggu, 04 November 2007
Putri Salju
Suatu pagi, ketika putri salju sedang memetik bunga, tiba-tiba beberapa binatang berlari meng hampilinya sambil berlindung."apa sih yang membuat mereka ketakutan? pikirnya.
Kemudian Putri Salju masuk ke hutan. dari kejauhan ia melihat sebuah daerah yang gelap. "aku harus menyelidikinya. ," katanya.
Setibanya di tempat yang gelap, ia menggenggam erat eikat bunga yang dipegangnya."kuharap bunga - bunga ini dapat membuat tempat ini sedikit lebih indah."katanya dalam hati.
Tidak jauh dari tempat itu Putri Salju menemukan, .... (belum selesai ya, maaf)
Kemudian Putri Salju masuk ke hutan. dari kejauhan ia melihat sebuah daerah yang gelap. "aku harus menyelidikinya. ," katanya.
Setibanya di tempat yang gelap, ia menggenggam erat eikat bunga yang dipegangnya."kuharap bunga - bunga ini dapat membuat tempat ini sedikit lebih indah."katanya dalam hati.
Tidak jauh dari tempat itu Putri Salju menemukan, .... (belum selesai ya, maaf)
Ke Museum Rokok
Aku bersama Papa,Dik Agil dan Mas Abil pergi ke museum rokok. Museum itu berisi riwayat pembuat rokok. Kata Papa, ini pembuat rokok Sampoerna. Aku sangat senang disana. Karena aku bisa foto bersama SEPEDA ZAMAN DAHULU, ALAT DRAMBEN , MESIN PEMBUAT ROKOK KUNO, dan yang paling membuat aku senang, saat bermain jual-jualan dengan dik Agil dan masAbil di tiruan kedai rokok. Tapi, isi bungkus kuenya, bukan makanan beneran, melainkan isi rokok. Kata Papa, kalau hari kerja kita bisa lihat pekerja membuat rokok, sekarang hanya bisa lihat videonya saja. nah tentang museum ini selengkapnya bisa lihat di sini.
Ibu tidak ikut, padahal asik lho. Ibu ada pengajian ibu-ibu di perumahan.
Senang juga kalau semua rokok dimuseumkan...
Senang juga kalau semua rokok dimuseumkan...
Cenil


Cenil adalah makanan tradisional di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Terbuat dari "pati" kanji atau tepung kanji, dalam bentuk empat macam irisan dan ditambah parutan kelapa serta cairan gula merah.Makanan ini biasa dijual di pasar tradisional. Pagi ini kami belanja ke pasar di Griya Babatan Mukti Surabaya. Penjual cenil ada di dekat gerbang pasar, di bawah pohon. Harganya seribu rupiah per bungkus. Rasanya.. wow -- enak.
Langganan:
Komentar (Atom)