Aku senang kalau pas Mas Abil baik ke aku. Tapi itu jarang terjadi, hanya kadang-kadang saja lho. Ini foto aku dan Mas Abil saat jalan-jalan ke McD di Tunjungan Plaza ya ?. Dia kesukaannya eskrim..
Kamis, 10 Januari 2008
Dik Agil Yang Suka Centil
Madiun Dalam Kenangan # Patung Reog dan Warung di Ngebel
Madiun Dalam Kenangan # Telaga Ngebel
Ini cerita tempat asal reog ponorogo. Kami pernah berkunjung ke Telaga Ngebel (734m
tingginya) yang terletak di lereng pegunungan Wengker. Di Telaga Ngebel ini dulunya ada kerajaan Banataran Angin, yang maju ilmu berkelahinya. Mereka belajar ilmu berkelahi dalam kelompok-kelompok yang dipimpin warok. Warok-warok ini katanya sering mengadu ilmu berkelahi. Mereka memiliki senjata yang aneh, yaitu kolor atau ikat pinggang dari kain atau tali, yang disebut lawe. Yang terkenal adalah Warok Suromenggolo dan Warok Surogento.
Raja Bantaran Angin yang terkenal adalah Prabu Kelono Sewandono dengan patihnya Bujang Ganong dengan senjata cambung Samandiman. Saat Kerajaan Doho Kediri mengadakan sayembara untuk putri Dewi Songgolangit, Patih Bujang Ganong mengikutinya untuk Prabu
Kelono Sewandono. Sayembaranya adalah menciptakan tontonan menarik, berupa tari-tarian yang diiringi gamelan dan bunyi-bunyian yang menarik, diiringi seratus empat puluh ekor kuda kembar dan mempersembahkan seekor binatang berkepala dua yang dapat menari. Ternyata saingannya adalah Raja Lodaya dari Blitar yang bernama Raja Singobarong.
Raja Singorabarong mengutus penyelidik ke Kerajaan Banataran Angin, namun dua orang tertangkap. Setelah disiksa, seorang penyelidik yang bernama Ardawalika tidak tahan dan membocorkan bahwa mereka ditugaskan oleh Raja Singobarong. Raja Kelono Sewandono menusuk lambung Ardawalika karena benci kepada pengecut atau pengkianat. Sementara penyelidik yang bernama Lodra karena tetap bertahan tidak mau mengaku walaupun disiksa, malah dibebaskan, karena berjiwa satria.
R
aja Singobarong akhirnya menyerang Kerajaan Banataran Angin. Raja Singobarong bertubuh manusia, berkepala dan bertangan harimau, dan di pundaknya bertengger burung merak yang sering mengepakkan sayapnya. Dengan manteranya, burung merak ini bertugas mematuk kutu-kutu yang ada di rambut kepala Singobarong.
Raja Kelono Sewandono ternyata dapat mengalahkan Raja Singobarong dengan cambuk Samandiman, sehingga Raja Singobarong ini tidak mampu berdiri dan hanya dapat merangkak seperti harimau. Burung meraknya ternyata tetap di atas kepalanya, sehingga sekarang seperti ada dua kepala, harimau dan merak, yang menari-nari karena kepalanya yang gatal.
Untuk memenangkan sayembara Dewi Songgolangit di Doho Kediri, Raja Kelono Sewandono mempersembahkan tarian dengan Singobarong sebagai masternya, diiringi warok dan Patih Bujang Ganong yang menggoda Singobarong agar menarinya lebih indah lagi. Hebat ya ...
Madiun Dalam Kenangan # Naik Kereta Tebu
Di Madiun itu banyak pabrik gula dan kebun tebu. Kalau sedang musim giling tebu, kadangkala debu berjatuhan di jemuran dan di garasi mobil papa. Papa juga pernah mengajak kami melihat ke pabrik gula, tetapi hanya dari luar saja. Kami senang karena dapat naik lokomotif kereta tebu di depan pabrik gula. Kereta ini mungkin sudah tidak dapat jalan, kata papa sudah tidak ada mesinnya. Kereta ini dicat dengan warna menarik. Bagus juga ya.
Foto mas abil, aku dan dik alin naik kereta tebu, lalu foto papa dan kami, lalu foto mama dan kami. Wow, jadi kami berlima ada gambarnya...
Madiun Dalam Kenangan # Jalan-jalan pagi
Papa pernah bertugas di Madiun. Ini sebagian cerita kami.
Betapa luar biasa kebesaran Illahi, dan betapa besar kenikmatan yang telah kami terima. Pagi hari jika libur, kami bersepeda di jalan baru yang melintas persawahan, atau berlari-lari di sawah yang telah dipanen sambil menikmati terbitnya matahari. Ini adalah gambar yang diambil papa saat kami (abil, alin dan agil) berlari-lari di tengah sawah. Karena papa yang mengambil gambar dan dik agil nggak mau lepas dari gandengan papa -- ya mereka tidak kelihatan. Kalau mama sih - masih bersih-bersih rumah, tapi sebenarnya sering juga mama ikut kami berpetualang seperti ini.
Langganan:
Komentar (Atom)