Minggu, 20 Mei 2012

Wisata Dayak Pampang

Sekitar 15 km dari Samarinda arah Bontang telah didirikan obyek wisata dayak di Pampang, yang merupakan kampung Dayak Kenyah. Sudah lama sih, katanya sejak 1991. Penunjuk arah yang jelas terpasang di pinggir jalan sehingga mudah bagi yang belum pernah datang untuk menemukannya. 

Tanda Obyek Wisata Pampang

Gerbang Jalan Masuk Obyek Wisata Pampang


Pentas budaya dilaksanakan setiap hari Minggu jam 14.00 - 15.00 WITA, dengan menampilkan sampai delapan sesi acara, di antaranya tari-tarian yang menggambarkan bagaimana suku dayak di kampung ini menyatukan diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada hari selain Minggu, di rumah adat Pampang juga dapat dilihat berbagai ornamen dan benda-benda etnik dayak. Jika dikehendaki, tari-tarian dayak juga dapat dibawakan oleh anak-anak yang sekolahnya kelas 3 SD sampai kelas 2 SMP.


Lamin Adat Pemung Tawai - Desa Budaya Pampang - Samarinda Kaltim.

Pengumuman : Menggelar Kesenian Setiap Hari Minggu Jam 14.00 - 15.00

    
Yang perlu ditata adalah manajemennya. Ada pengumuman tanda masuk Rp 15 ribu, tapi kok nggak ditarik ya? mungkin hanya berlaku di hari Minggu....
 "Om mau melihat tari-tarian dayak ? Setiap anak yang menari dibayar sepuluh ribu." 
OK, dengan lima penari ya, terus Om rekam pakai video ya ? 
"Ya Om".
Begitu siap, ada lima penari dengan satu handphone yang melantunkan lagu dayak sampai sekitar lima menit.
Tiba-tiba datanglah seorang bapak-bapak. "Itu yang tidak ikut menari kan kecewa, agar diberi uang juga ..." mula-mula saya nggak paham, kenapa yang tidak menari harus dikasih uang juga :( 
Tidak ingin repot, saya jawab OK, semua akan mendapat bagian. Akhirnya semua anak-anak mendapat bagian. Yang tidak menari mendapat lima ribu rupiah. "Om, musiknya biasanya dibayar sendiri .. "  Hah ? "Iya, untuk musiknya dua puluh ribu." OK, ini dia.
"Om mau foto ? sekali foto dua puluh ribu". 
OK, kumpulkan semua temanmu, saya ambil fotonya.

Ya ampun, banyak kagetnya ??  ...
Akhirnya tidak berminat membeli pernik-pernik dayak, meskipun kakak jadi merengut.
"Eh, pak, uang masuk lamin belum ya. Silakan sekedarnya... " wah, kejutan lagi !!
bagaimana nih, mudah-mudahan segera diperbaiki sehingga turis datang dan datang lagi.

Lamin, yang panjangnya sekitar 60 x 16 meter


Foto di depan ornamen lamin


Foto bersama penari cilik dayak

Kalau ini sih, gerbang lamin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar