Berdoa dan berharap hanya kepada Allah,
salah satunya membuat kita jadi pemaaf,
dan selama lebih dari 50 tahun membuat berkehidupan lebih baik.
salah satunya membuat kita jadi pemaaf,
dan selama lebih dari 50 tahun membuat berkehidupan lebih baik.
Ayat Al-Qur'an yang memerintahkan untuk berharap hanya kepada Allah SWT adalah Surah Al-Insyirah ayat 8 ("وَاِلَىٰ رَبِّكَ فَاَرۡغَبۡ" ), yang berarti "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". Ayat ini menegaskan bahwa segala harapan dan permohonan harus diarahkan hanya kepada Allah SWT.
Surah Al-Mukmin ayat 60: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."
Ayat ini secara langsung memerintahkan hamba untuk berdoa kepada-Nya dan menjamin akan mengabulkannya.
Surah Al-Fatihah ayat 5: "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan." Ayat ini menunjukkan bahwa penyembahan dan permohonan pertolongan harus secara eksklusif ditujukan kepada Allah SWT.
Kerja keras. Konsep berharap hanya kepada Allah adalah prinsip dasar yang dikenal sebagai tawakal. Tawakal tidak berarti berpasrah tanpa usaha, melainkan sebuah keyakinan bahwa setelah berusaha sekuat tenaga, hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah dan meyakini inilah yang terbaik.
Pemaaf. Mengapa hanya berharap kepada Allah menjadikan kita jadi pemaaf kepada orang lain? Karena jadi memahami kalimat ini "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia” Maafkan saja semua perbuatan manusia, semoga kita kelak dimaafkan Allah yang Maha Penyayang.
Integritas. Hanya berharap kepada Allah membuat tidak perlu menunggu pujian dari orang lain untuk berbuat baik, karena yakin Allah akan membalas setiap perbuatan baik. Juga tidak melanggar aturanNya walaupun tidak ada orang lain, karena yakin Allah mengetahui setiap gerak hati, ucapan dan perbuatan kita.
Bersedekah Lebih. Karena hanya berharap kepada Allah saat berbuat kebaikan, maka tidak perlu menunggu balasan dari manusia. Dan Allah melipatgandakan semua kebaikan.
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar