Kamis, 18 Oktober 2007

Rokok

Kawan-kawanku, Abil+Alin+Agil sudah bicara begini : yang merokok itu orang bodoh ya .. penyakit kok dibeli, (karena itu) dosa lho..
Memang sih, kata AA Gym dalam satu ceramahnya, sebaiknya kita semua tidak merokok. Guru-guru tidak boleh merokok agar murid-muridnya tidak merokok. Karena merokok merupakan jalan tol menuju NARKOBA.
Sebagai Presiden, sebagai DIRUT, sebagai Gubernur, sebagai Manager, sebagai Ketua RT, sebagai Kepala Rumah Tangga - sebaiknya tidak merokok, agar semua anak buah dan warga tidak merokok.
Kata perokok : Mengapa merokok nggak boleh, kami kan membantu para buruh dan ekonomi negara. Tahun 2006 ada sekitar 35 triliun rupiah kami sumbangkan ke kas negara. (http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/03/14/brk,20070314-95442,id.html)
Kalau aku sih sederhana saja. Suka nggak anak-anak kalian merokok ? Ternyata jawabannya tidak suka. Lha .. kalau tidak suka anak-anak kalian merokok, kenapa kalian ngotot merokok terus ?
Lagian kalau pemasukan negara triliunan, berapa sih yang dibelanjakan untuk beli rokok ? Pasti lebih besar lagi, dan berapa sih yang menjadi keuntungan industri rokok ? Yang jelas, buruhnya tetap miskin, tetapi pemiliknya masuk daftar orang terkaya di dunia.
Hebatnya, setahunnya di Indonesia 200 miliar batang rokok dihisap oleh kaum miskin. Dan ini menyerap 13% belanja keluarga miskin. Wah kalau untuk beli susu dan buku .. bangsa ini bisa menjadi semakin baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar